Pernah mengumpat ketika melewati polisi tidur? Ketika nyaman-nyamannya berkendara eh tiba-tiba muncul gundukan kuning-hitam tersebut. Tapi apa sih polisi tidur itu? Menurut Permenhub 48 tahun 2023 polisi tidur merupakan peninggian jalan dengan lebar dan kelandaian tertentu yang posisinya melintang terhadap badan jalan. Tujuannya mulia, agar pengendara mengurangi laju kecepatan sehingga tercipta keadaan yang aman.

Namun meskipun pengendara sudah mengurangi laju kecepatannya, sensasi terguncang akan tetap terasa dan membuat tidak nyaman. Pengendara yang telah mengurangi laju kecepatan seharusnya mendapat apresiasi berupa kenyamanan ketika melintas, karena tidak adil jika ia tetap harus merasakan sensasi terguncang seperti halnya pengendara yang tidak mengurangi laju kecepatannya.

Beberapa inovasi sudah dilakukan untuk mengatasi masalah ketidaknyamanan tersebut, salah satunya polisi tidur dengan menggunakan fluida non-newtonian oleh perusahaan Mat Foundry Group LTD. Mereka memasukkan fluida non-newtonian ke dalam kantong polisi tidur di mana sifat fluida ini bisa menyesuaikan kekerasan cairan berdasarkan kecepatan kendaraan[1]. Ketika diberi tekanan dengan cepat, partikel-partikel fluida non-newtonian akan saling mengunci, sehingga cairan ini berubah menjadi keras.

Namun, saat tekanan diberikan perlahan, partikel-partikel dalam fluida ini tidak akan mengunci dan menyebar dengan lembut.

Inovasi lainnya berasal dari perusahaan startup asal Swedia, Edeva AB yang mengembangkan polisi tidur “Actibump”. Berbeda dengan polisi tidur pada umumnya yang menonjol keluar, Actibump ini kondisi default-nya rata dengan permukaan jalan. Ia akan aktif berdasarkan kecepatan kendaraan. Ia menggunakan sensor radar untuk mengukur kecepatan kendaraan yang mendekat. Cara kerjanya, permukaan actibump akan tetap datar jika kendaraan berada dalam batas kecepatan, sedangkan apabila kendaraan melewati batas kecepatan, permukaan actibump akan tenggelam beberapa sentimeter sehingga menimbulkan efek guncangan ketika melewatinya.[2]

Ada juga penelitian tentang polisi tidur seperti Actibump namun dengan cara kerja yang lebih advance. Dimana selain sensor radar untuk mengukur kecepatan kendaraan, juga ada sensor yang mengidentifikasi kendaraan berdasarkan plat nomor. Harapannya ketika yang melintas adalah kendaraan prioritas seperti ambulance atau pemadam kebakaran, polisi tidur ini tetap menjaga level permukaan logam dalam kondisi datar sehingga tidak terjadi efek guncangan meskipun kecepatan kendaraan tinggi.[3]

Dari semua inovasi tersebut menekankan bahwa keamanan dalam berkendara tidak melulu harus mengorbankan kenyamanan. Bertemu polisi tidur di jalan tidak lagi semenyebalkan bertemu polisi ketika operasi zebra. Polisi tidur ramah adalah ide inovasi yang mempertemukan keamanan dengan kenyamanan. Karena selamat sampai tujuan saja belum cukup, lebih dari itu, sebisa mungkin selamat dan nyaman sampai tujuan.


[1] MAT FOUNDRY GORUP LTD, ‘The Future of Roads: Liquid Speed Bumps’, Www.Matfoundrygroup.Com/Blog, 2018 <https://www.matfoundrygroup.com/blog/The_Future_of_Roads_Liquid_Speed_Bumps> [accessed 4 November 2025].

[2] Edeva AB, ‘The Friendly Solution for Safer Roads’, Actibump.Com, 2021 <https://www.actibump.com/how-it-works/> [accessed 4 November 2025].

[3] Huei Yung Lin and Cheng Yu Ho, ‘Adaptive Speed Bump with Vehicle Identification for Intelligent Traffic Flow Control’, IEEE Access, 10.May (2022), 68009–16 <https://doi.org/10.1109/ACCESS.2022.3186010>.

Herlambang Kristianto

Mahasiswa Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Janabadra Yogyakarta

www.linkedin.com/in/herlambang-kristianto

Dosen Pembimbing: Dr. Eng. Mochamad Syamsiro, S.T., M.Eng.

Share this: