IMG_6525

Salah satu Dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra (JTM-UJB), Dr. Eng. Mochamad Syamsiro diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya oleh BAPPEDA Kabupaten Bantul beberapa waktu yang lalu. Dr. Syamsiro mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai pengolahan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara dengan bensin dan solar. Presentasi yang dilakukan di Kantor BAPPEDA Kompleks Kabupaten Bantul itu juga menghadirkan beberapa pembicara lainnya. Acara yang dihadiri oleh para stakeholder dari beberapa Dinas terkait di Kabupaten Bantul, para Camat serta beberapa kelompok bank sampah cukup mendapat antusiasme dari para peserta yang hadir.

Pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) ini di Indonesia masih relatif baru. Namun di beberapa negara maju, seperti Jepang, pengolahan sampah plastik jadi BBM ini sudah sampai pada skala industri. Teknologi yang digunakan pada proses ini adalah pirolisis dimana sampah plastik dipanaskan pada suhu tinggi untuk kemudian didinginkan kembali untuk mendapatkan minyaknya. Untuk mendapatkan BBM dengan kualitas yang baik, beberapa parameter proses harus dikontrol seperti suhu, waktu, dan juga penambahan katalis. Penggunaan teknologi ini salah satunya sedang dikembangkan di kampus UJB, ujar Dr. Syamsiro yang juga Direktur Center for Waste Management & Bioenergy, Universitas Janabadra. Berbagai teknologi dikembangkan untuk mengubah sampah menjadi energi seperti pirolisis, gasifikasi, hydrothermal treatment dan pembakaran.

Di TPA Piyungan sendiri, ada sekitar 300 ton sampah yang masuk per harinya. Dan menurut penelitian BPPT, ada hampir 10% dari kandungan sampah yang ada adalah berjenis sampah plastik. Jadi bisa dibayangkan, ada sekitar hampir 30 ton sampah plastik yang dibuang di TPA Piyungan per harinya. Menurut data tahun 2011, Indonesia mengkonsumsi plastik sekitar 10 kg plastik per kapita per tahun. Kalau anggaplah penduduk Indonesia 250 juta jiwa, maka akan ada 2,5 juta ton sampah plastik untuk seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sesi diskusi juga diungkap tentang kemungkinan pengembangan model pendampingan bagi kelompok atau pengelola bank sampah melalui program kuliah kerja nyata (KKN). Sehingga diharapkan ada transfer ilmu dari perguruan tinggi ke masyarakat. Acara yang rutin dilakukan oleh BAPPEDA Bantul ini diharapkan bisa mendapatkan solusi dari berbagai permasalahan yang ada untuk kemajuan dan percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Bantul.

 

IMG_6524

Figure 1 copy