Info Fakultas
Jumat, 30 Jul 2021
  • Pelayanan Akademik selama PPKM dilakukan secara Online/ Daring diperpanjang sampai 30 Juli 2021Wisuda Periode Agustus 2021 : 28 Agustus 2021Pendaftaran yudisium paling lambat : 27 Juli 2021Yudisium Fakultas : 28 Juli 2021Yudisium Universitas : 30 Juli 2021

Dosen Teknik Mesin Kenalkan Teknologi Pengolah Sampah jadi BBM di Desa Panggungharjo

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Sampah menjadi permasalahan serius karena dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Masih banyak sekali sampah tercecer dimana-mana bahkan masih ada yang dibuang ke sungai. Sampah yang sudah berhasil dikumpulkan dan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), seperti misalnya di TPST Piyungan pun belum tertangani dengan baik.

Sampah masih ditumpuk saja tanpa dilakukan pengolahan atau penanganan khusus. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia di sekitarnya. Melihat fenomena inilah, Universitas Janabadra (UJB) bekerjasama dengan BUMDes Panggung Lestari mengadakan workshop pengelolaan sampah di Kampoeng Mataraman.

Workshop ini berfokus pada pengenalan teknologi pengolahan sampah guna memberikan pemahaman kepada pengelola BUMDes dan bank sampah tentang beberapa teknologi pengolahan sampah yang dapat diterapkan untuk skala kecil dan menengah. Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola BUMDes dan bank sampah di wilayah Desa Panggungharjo. Adapun narasumber pada workshop kali ini adalah yakni Mochamad Syamsiro, Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UJB yang juga Kepala Laboratorium Bioenergi dan Center for Waste Management and Bioenergy UJB.

Dalam paparannnya, Syamsiro menyampaikan ada beberapa teknologi yang bisa diterapkan di tingkat desa untuk pengolahan sampah. Pada workshop kali ini berfokus pada teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi atau listrik. Ia menyampaikan, ada beberapa skema teknologi termal untuk mengubah sampah kota menjadi listrik.

“Yang pertama adalah teknologi pembakaran, di mana sampah dibakar untuk menghasilkan energi panas yang digunakan untuk memanaskan air di dalam boiler untuk dijadikan uap sebagai penggerak turbin untuk memutar generator penghasil listrik,” ujarnya pada Senin (9/9/2019).

“Dengan teknologi ini, sampah tereduksi hingga sembilan puluh persen dan hanya tersisa abu yang jumlahnya tinggal sepuluh persen,” tuturnya.

Yang berikutnya adalah teknologi pirolisis dan gasifikasi.

Pirolisis merupakan teknologi pemanasan sampah kota tanpa menggunakan udara di dalam prosesnya.

“Jadi tidak terjadi pembakaran di dalamnya, hanya terjadi proses perengkahan rantai karbon untuk nantinya bisa dihasilkan bahan bakar cair maupun gas,” kata dia.

Lanjutnya, sampah plastik dan karet ban bekas dapat dikonversi menjadi bahan bakar minyak (BBM) dengan teknologi ini.

Gasifikasi adalah proses pembakaran dengan udara terbatas sehingga menghasilkan bahan bakar gas yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik maupun kebutuhan lainnya.

Teknologi lain yang bisa diterapkan adalah dengan perlakuan hidrotermal untuk menghasilkan bahan bakar padat berupa RDF (refused derived fuel) menggunakan suhu dan tekanan tinggi.

Dengan penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah di Desa Panggungharjo maupun desa lainnya.
“Di sisi lain juga ada nilai tambah energi berupa listrik maupun BBM yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini,” jelasnya.

Agenda workshop ini merupakan rangkaian kegiatan dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UJB Tahun 2019 yang didukung oleh Kementerian Ristekdikti melalui skema pengabdian masyarakat dengan tema Penerapan Teknologi Pirolisis untuk Mengolah Sampah Plastik dan Minyak Jelantah menjadi Bahan Bakar Minyak.

Dalam waktu dekat akan dicobakan dan diuji mesin pirolisis skala kecil untuk diterapkan di BUMDes Panggung Lestari dan diharapkan menjadi salah satu solusi penerapan teknologi dalam pengolahan sampah.