Info Fakultas
Sabtu, 23 Okt 2021
  • Pelayanan Akademik selama PPKM dilakukan secara Online/ Daring kecuali hari Senin dan Kamis bisa dilayani dengan offlinePendaftaran KKN Semester Ganjil dibuka mulai 20 Agustus 2021Pelaksanaan Wisuda periode Agustus 2021 dilakukan secara Daring

Profil Alumni Teknik Mesin : Teguh Laksono, S.T., Senior Supervisor di PT. PERTAMINA

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Slider

Foto Teguh laksono

Hingga saat ini Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra (JTM-UJB) telah meluluskan seribuan mahasiswa dan telah bekerja di berbagai perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Salah satu alumni yang telah sukses adalah Teguh Laksono, S.T. yang saat ini bekerja sebagai Maintenance Senior Supervisor di PT. PERTAMINA Drilling Services Area Jambi-NAD SBU. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT. PERTAMINA yang sebelumnya merupakan unit di bawah Direktorat Eksplorasi dan Produksi PERTAMINA hingga akhirnya berdiri sendiri menjadi anak usaha pada tahun 2008.

Pria kelahiran Purworejo ini, setelah menamatkan kuliahnya di JTM-UJB tahun 2007 langsung berkarir di PT. Pertamina. Dimulai sebagai Chief Mechanic di PT. Pertamina Area Sumbagteng hingga mencapai posisinya sekarang. Sempat menyelesaikan pendidikan menengah dan atasnya di kota Jambi, Teguh Laksono muda kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Teknik Mesin UJB.

Lelaki yang berkepribadian jujur, disiplin dan suka bekerja keras ini cukup aktif dan menunjukkan kepintarannya selama masa kuliah. Hingga akhirnya Teguh Laksono mengambil Tugas Akhir mengenai bahan bakar biodiesel dari minyak goreng bekas di bawah bimbingan Joko Winarno, S.T., M.Eng dan Dr. Eng. Mochamad Syamsiro yang tentunya sangat berhubungan dengan pekerjaannya saat ini di PERTAMINA.

Selama mahasiswa Teguh Laksono juga dikenal cukup aktif dalam kegiatan mahasiswa diantaranya sebagai Ketua Departemen Pendidikan dan Kaderisasi UKMI UJB, Pembina Remaja Masjid Sumberan dan menjadi Tim Mekanik Bengkel Janaservice UJB. Aktifitasnya di kegiatan ini bukannya mengganggu aktivitas belajarnya, tetapi justru malah mendukung semangat belajar dan sangat bermanfaat ketika terjun di dunia kerja. Mahasiswa sebaiknya tidak hanya belajar hardskill tentang keilmuan teknik mesin, tetapi juga belajar softskill keorganisasian dan belajar menjadi pemimpin, imbuhnya.