Info Fakultas
Rabu, 20 Okt 2021
  • Pelayanan Akademik selama PPKM dilakukan secara Online/ Daring kecuali hari Senin dan Kamis bisa dilayani dengan offlinePendaftaran KKN Semester Ganjil dibuka mulai 20 Agustus 2021Pelaksanaan Wisuda periode Agustus 2021 dilakukan secara Daring

Penelitian Inovatif Skema Baru Kemristek Dikti

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Berita / Penelitian / Slider

Jakarta, 8 Desember 2014–“Salah satu tujuan besar penggabungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) agar Kemristek Dikti di samping melakukan penelitian-penelitian dasar dan terapan, dapat juga melakukan penelitian yang bersifat inovatif dimana hasilnya bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti), Patdono Suwignjo dalam acara Konferensi Pers Persiapan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (AKIL) 2014 di Gedung D Lantai 3, Ditjen Dikti, Senayan.

Harapannya penelitian-penelitian yang dihasilkan di perguruan tinggi dapat dihilirisasi ke dunia industri. Dimana selama ini masih terkendala anggaran yang terbatas karena hilirisasi penelitian membutuhkan dana yang besar. Patdono menambahkan, “Pada tahun 2015 dengan meningkatnya BOPTN (Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri-red) dari 3 triliun menjadi 4,55 triliun, memungkinkan Kemristek Dikti di tahun depan selain melakukan penelitian dasar dan terapan, juga dapat melakukan penelitian inovatif”.

Penelitian inovatif merupakan skema baru, yang nantinya akan didesain untuk pengembangan penelitian yang dilakukan perguruan tinggi untuk dihilirisasi ke dunia industri. Hal ini dikarenakan selama ini, penelitian perguruan tinggi banyak yang terhenti setelah menghasilkan paten dan publikasi di jurnal internasional. “Nantinya akan ada Dirjen khusus yaitu Dirjen Penguatan Inovasi yang bertugas melanjutkan penelitian inovatif sehingga hasilnya membawa manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuh Patdono.

Seiring dengan semangat penggabungan Ditjen Dikti dan Kemristek, untuk mendorong penelitian Indonesia, Ditjen Dikti dengan dukungan lima kementerian lain untuk keempat kalinya memberikan penghargaan kepada masyarakat, dosen maupun peneliti yang menghasilkan penemuan luar biasa. Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (AKIL) 2014 akan diberikan kepada 15 pemenang yang mencakup 4 kategori yaitu Kategori Paten, Kategori Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), Kategori Hak Cipta di bidang Ilmu Pengetahuan, Kategori Desain Industri, hak cipta karya seni rupa, karya seni pertunjukan dan permainan interaktif. Masing-masing pemenang akan diberikan penghargaan berupa piagam dan uang tunai sebesar Rp 250.000.000. Malam penganugerahan rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 2014 pukul 18.00 di Gedung D Lantai 2, Ditjen Dikti, Senayan.

Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Dir. Litabmas) Agus Subekti, pada acara yang sama mengungkapkan bahwa produktivitas Indonesia dalam penelitian menempati urutan ke-9 di Asia dan urutan ke 60-an di dunia. Agus berharap AKIL dapat mendorong produktivitas penelitian di Indonesia dan mendorong para peneliti untuk menghasilkan karya yang lebih bagus dan luar biasa.

Sumber : Kopertis