Melimpahnya Potensi Energi Terbarukan di Indonesia

Seminar Nasional 1

Indonesia sebagai negara kepulauan dan terletak di daerah garis katulistiwa mempunyai potensi energi terbarukan yang sangat luar biasa, mulai dari panas bumi, biomassa, surya, angin, air maupun gelombang laut. Namun dari potensi yang ada, hanya sedikit yang telah dimanfaatkan dengan baik. Hal itulah yang mengemuka dari para pembicara di dalam Seminar Nasional bertajuk Pengembangan Energi Terbarukan untuk Mendukung Kemandirian Energi Nasional.

Seminar yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra (JTM-UJB) dalam rangka ulang tahunnya yang ke-19 ini menampilkan tiga pembicara yaitu Dr. Nao Tanaka, Executive Director APEX, Jepang; Ir. Edi Indrajaya, M.Si., Kepala Bidang ESDM, Dinas PUP-ESDM DIY dan Ir. Ismanto, Dosen Jurusan Teknik Mesin UJB. Acara yang berlangsung hari Selasa, 13 Oktober 2015 dan bertempat di Ruang Executive Kampus UJB Pingit ini dimoderatori oleh Dr. Eng. Mochamad Syamsiro yang juga Dosen di Jurusan Teknik Mesin UJB.

Dalam paparannya, Dr. Nao Tanaka menyampaikan tentang potensi energi terbarukan dari biomassa beserta teknologi dan pengalaman beliau selama ini di dalam mengembangankan energi berbasiskan biomassa (bioenergi) di Indonesia. Ada beberapa skema teknologi untuk pengembangan bioenergi yang bisa diterapkan seperti pembakaran, gasifikasi, proses termokimia maupun proses biologi. Selama ini Dr. Tanaka telah mengembangkan teknologi gasifikasi biomassa dengan sistem fluidized bed yang memanfaatkan katalis tanah liat (clay) yang murah dan efektif untuk menghasilkan syngas sebagai umpan pada mesin diesel genset untuk menghasilkan listrik.

Sementara itu, Ir. Edi Indrajaya, M.Si memaparkan tentang potensi energi terbarukan yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa teknologi sudah diterapkan antara lain pengembangan PLT hybrid angin-surya di Pantai Baru Pandansimo Bantul, Baron Techno Park di Gunungkidul, PLT Mikrohidro di Kulonprogo dan biogas di daerah Sleman. Namun demikian, masih banyak sekali potensi energi terbarukan yang belum dimanfaatkan sehingga perlu ada peran serta semua stakeholder baik itu pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk berpartisipasi mengembangkannya.

Di sesi akhir, Ir. Ismanto bercerita tentang pengalaman beliau dalam mengembangkan kincir air sudu gerak sejajar terkendali. Sistem ini merupakan hasil temuan beliau untuk memanfaatkan aliran air mendatar seperti yang ada di Selokan Mataram Yogyakarta. Harapannya dengan sistem ini akan meningkatkan performa dan efisiensinya.

Dalam sesi diskusi banyak sekali pertanyaan yang muncul dari para peserta yang intinya mereka sangat antusias dan berkeinginan untuk berkontribusi di dalam pengembangan energi terbarukan. Sehingga harapannya dalam lima hingga sepuluh tahun kedepan, energi terbarukan sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menggantikan energi fosil yang selama ini digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *