Proses pembuatan (konstruksi) bangunan atau gedung saat ini dituntut harus bisa memenuhi konsep ‘sustainability’. Setidaknya ada tiga komponen pendukung ‘sustainability’ yaitu harus bisa mengefektifkan biaya, waktu lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu dalam proses desain konsturksi bangunan harus memenuhi konsep ‘bulid before build’ atau membangun sebelum membangun, artinya sebelum dibangun, dibuat terlebih dahulu desainnya secara digital.

Demikian dikatakan Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil Univeristas Janabadra (UJB), Dr Nindyo Cahyo Kresnanto saat menjadi pembicara kunci dalam webinar bertema ‘Building Information Modeling (BIM) for Sustainability’, Kamis (18/6/2020). Webinar diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Sipil UJB bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kompetensi (PPK) UJB. Pembicara lainnya, Widya Kartika ST MT dan Sarju ST MT dipandu moderator Ilham Akbar ST.

Menurut Nindyo, untuk mendukung sustainbility dalam proses desain dan konstruksi sebuah bangunan, dibutuhkan sebuah tekologi yang disebut Building Information Modeling (BIM). Sebelum ada BIM, proses pembangunan diawali desain bangunan dari sisi keindahan dan fungsional oleh seorang arsitek. Setelah itu diberikan ke ahli teknik sipil (civil engineer) untuk mendesain struktur bangunanya termasuk, plumbing dan estimasi biaya. Kemudian dilimpahkan ke kontraktor yang mengerjakan di lapangan.

Dijelaskan Nindyo, proses ini sangat tidak efektif karena dalam praktiknya kontraktor masih akan berdiskusi lagi dengan arsitek dan civil engineer, sehingga sangat melelahkan dan banyak membuang waktu. Namun dengan adanya BIN, proses desain dari arsitek dan civil engineer bisa diintegrasikan. Bahkan bisa ditampilkan time scheduling, informasi biayanya, kebutuhan energinya, ramah lingkungan dan lain-lain, menjadikan proses lebih efektif dan efisien. “BIM adalah masa depan industri konstruksi,” katanya.

Sedangkan Dosen Teknik Sipil UJB, Widya Kartika mengatakan, BIM adalah alat teknologi berbasis model 3D yang terdiri dari beberapa informasi penting dalam proses desain pembangunan dan perawatan supaya lebih efisien. Banyak manfaat BIM antara lain memudahkan pemahaman, akurasi tinggi dalam menghitung kebutuhan material, menghindari kesalahan mulai perencanaan hingga pelaksanaan, menghemat waktu sesuai recana. Tantangannya, masih tidak ada persyaratan BIM pada permintaan proyek dan alur kerja pengguna masih terbiasa dengan penyusunan gambar 2D. “Masih dibutuhkan banyak tenaga ahli BIM yang kompeten,” katanya. (Dev)